Kalau mau copy paste tulisan di blog ini mohon minta ijin dan menyertakan link penulis

Sabtu, 01 Juni 2019

Tsavorite Garnet dari Kawah Gunung Galunggung!!

Alam Indonesia menyimpan banyak sekali kekayaan yang mengejutkan! Salah satunya adalah batu-batu mulia yang lumayan langka di dunia. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat mencari kristal-kristal batu di Gunung Galunggung Jawa Barat. Gunung Galunggung adalah gunung berapi yang masih aktif. Terakhir meletus hebat pada tahun 1982. Material erupsi yang dikeluarkan pada waktu itu cukup banyak mencapai jutaan meter kubik. Saat gunung api meletus akan mengeluarkan material-material yang berasal dari dalam perut bumi. Tentunya mineral-mineral, kristal-kristal, dan lainnya akan ikut terangkat ke permukaan bumi bersama material-material itu. Sebagai contoh Batu Intan yang tercipta didalam perut bumi dengan tekanan dan panas yang luar biasa diangkat ke permukaan bumi bersamaan dengan terangkatnya material vulkanik kepermukaan bumi. Demikian juga Kristal-kristal batu yang saya temukan di area kawah Gunung Galunggung ini, kristal-kristal itu terangkat ke permukaan bumi saat terjadinya proses erupsi gunung api. Simak video  pertama diatas, saat saya dan dua orang kawan Geologist dari Australia berkunjung sekaligus berburu batu kristal di sekitran kawah Gunung Galunggung.
Perburuan batu kristal kami saat itu menemukan beberapa kristal batu berwarna hijau, hitam, dan putih. Kristal hijau kami perkirakan adalah batu peridot, karena sangat umum batu kristal peridot itu terbentuk dan terbawa ke permukaan akibat proses erupsi gunung api. Kedua batu hitam dengan struktur kristal hexagonal, yang ini perkiraan dari kawan Geolog Australi adalah kristal spinel. Tapi menurut perkiraan saya kristal itu bisa juga sebuah kristal Garnet. Satu kristal lagi berwarna putih, perkiraan kami itu adalah kristal Quartz. Setelah saya kembali ke Jogjakarta, kristal-kristal itu saya bawa ke Lab Batu Mulia terdekat untuk melakukan identifikasi jenis batuan. Video yang kedua dibawah ini adalah proses identifikasi batu-batu kristal itu. Silahkan simak dan lihat sampai selesai, jangan lupa kasih komen dan subscribe ya!
Dari hasil identifikasi kristal-kristal batu itu, ternyata hasilnya sangat mengejutkan saya. Kristal yang berwarna hijau itu ternyata bukan Peridot, seperti perkiraan kami sebelumnya. Kristal Hijau dari Kawah gunung Galunggung itu ternyata adalah TSAVORITE GARNET!! Amazing sekali kan, ternyata Indonesia mempunyai sumber batu Tsavorite Garnet. Sedangkan kristal hitam dengan bentuk Hexagonal ternyata adalah sejenis batu Garnet juga. Jenis dan alasan komplitnya silahkan lihat Video yang kedua. Kristal yang berwarna putih, kami kira sebagai quartz, ternyata bukan. Itu adalah jenis batu kristal antik bernama Datolite. Untuk lebih jelasnya tonton video sampai habis!

Kamis, 07 Februari 2019

Tips-Tips Yang Harus Dipelajari Sebelum Membeli Batu Akik

batu akik

Pelajari dulu Ciri-Ciri Batu Akik Alam

Terdapat berbagai ciri khas bawaan alam yang dapat anda pelajari untuk membedakan batu akik dan mulia itu asli alam atau buatan. Sebelum Anda memutuskan untuk mengkoleksi batu mulia carilah referensi buku atau tulisan dan foto-foto tentang seluk beluk batu akik. Setiap batu yang berasal dari alam memiliki ciri khas yang berbeda dengan lainya. Salah satu contohnya adalah serat batu. Inilah yang paling utama untuk diketahui. Serat batu alam kebanyakan tidak bisa ditiru oleh manusia. Yang perlu diperhatikan, batu buatan manusia pun kadang ada seratnya, kalau sudah tahu ciri-ciri serat alam dan buatan maka anda akan lebih mudah saat melihat dan memilih batu akik di pasar. 

Warna Batu Akik

Setelah tahu ciri-ciri batu alam, saatnya belajar tentang warna batu. Warna pada batu akik mempunyai pengaruh terhadap kualitas dari batu akik. Semakin batu itu mempunyai warna yang kuat tentunya otomatis memiliki nilai jual yang semakin tinggi. Tetapi ada satu hal yang ingin saya ungkap, hati-hati dengan warna yang terlalu berlebihan “kuat dan pekat” karena mungkin itu didapat dari proses “Dyed” atau pewarnaan. Batu-batu akik dengan warna kuat seperti Merah, Biru, Hijau, Ungu, dan kuning perlu diwaspadai. 

Kejernihan Batu Akik

Tingkat kejernihan batu, atau bahasa canggihnya “Clarity”, dalam batu akik juga akan sangat mempengaruhi nilai batu akik. Batu akik dengan permukaan mengkilap ketika dilihat dengan cahaya terang terjadilah bias batu , bias itu tembus cahaya masuk ke dalam batu memancarkan keindahan aura batu itu sendiri. Namun, untuk kasus batu akik dengan motif-motif unik kejernihan bukanlah nomor satu. Sebagai contoh akik dengan motif “Junjung Drajat” harus ada serat-serat dengan warna kontras yang membentuk motif itu secara indah. 

Perhatikan Potongan Batu Akik


Potongan Batu Akik harus diperhatikan karena salah satu hal yang dilihat mata adalah bentuknya, kalau benjo tidak simetris ya pasti kurang bagus. Potongan harus berimbang kanan kiri atas bawah. Banyak sekali model potongan untuk batu akik, ada oval, bulat, kotak, dan yang terbaru ada bentuk terompah yang unik. 

Mengajak Senior yang lebih tahu Batu Akik


Kalau tidak ingin pusing-pusing belajar sendiri, ajaklah orang yang lebih tahu tentang batu akik. Lebih baik anda mengajak ahlinya untuk meminimalisasi kemungkinan salah beli. Memang karena batu akik yang berjenis banyak mungkinkan terjadinya salah beli ternyata dapat batu buatan. Kadang juga penjualnya kurang memahami batu akik itu sendiri. 


Sertifikat Gemology Lab. Batu Akik

Walaupun cuma batu akik, kalau sudah terkadung cinta bisa juga dibuatkan gemology reportnya di lab batumulia terdekat. Banyak juga batu akik dijual dengan menyertakan Lab report. Ini sudah sangat membantu pembeli dalam identifikasi batu itu. Batu akik yang asli atau yang nilai jualnya tinggi biasanya sudah mempunyai sertifikat keaslianya. Dari sertifikat ini sudah ada keterangan batu itu ada proses treatment atau tidak. Biasanya juga berisi nomor seri atau nomor identitas batu, warna batu, berat batu, nama batu dan juga pasti dilengkapi dengan dimensi serta stempel resmi Gemology lab yang memeriksa batu itu.

Senin, 04 Februari 2019

Restorasi Cincin Perak Lama Menjadi Baru Kembali

Perhiasan Perak
Restorasi Cincin Perak
Perak termasuk dalam Logam Mulai. Logam perak tidak akan berubah atau lebur seperti logam besi meski sudah berumur ribuan tahun. Tapi meski tahu bahwa perak akan mengalami oksidasi permukaan yang bisa merubah warna. Tapi jangan khawatir, oksidasi itu dapat dengan cepat dibersihkan. 
Pada kesempatan kali ini kita akan melihat bagaimana perhiasan yang terbuat dari logam perak masih bisa bersinar ketika sudah berumur dan dipakai lama. 


Ceritanya, bulan Januari 2018 kemarin salah satu pelanggan toko batu mulia www.batumuliacrystal.com datang ke toko setelah lama merantau diluar negeri. Beliau dulu sekitar tahun 2013 membeli sebuah cincin batu Spinel dengan ikat perak 925 handmade. Beliau ingin batu yang lebih besar, setelah pilih-pilih terjadilah tukar tambah dengan batu baru yang lebih besar plus ikat perak handmade juga. 
Cincin Batu Spinel ini akhirnya kembali lagi ke toko dengan kondisi masih bagus, cuma terlihat bekas pemakaian dan kotoran disudut-sudut cincin. Untuk bisa saya jual lagi, cincin ini harus saya restorasi. Perak Handmade dari Toko Batumulia batumuliacrystal.com adalah perak asli dengan campuran kurang lebih 925, sehingga kualitasnya tetap bagus meski sudah dipakai lama atau cuma disimpan. Restorasi cincin ini menjadi bukti kualitas Perak yang kami produksi.
Cincin Batu Spinel ini saya restorasi di bengkel pembuatan ikat perak kita. Tiap langkah saya video dengan jelas, langkah dan cara restorasi agar cincin ini menjadi baru kembali. Saksikan restorasinya di Youtube diatas, atau bisa klik link ini https://youtu.be/DLEB3j18Mrk , tonton sampai habis ya. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...